Wisata Baru Gunung Prau Siap Melejit: Inovasi Koperasi Merah Putih Kendal Diapresiasi BPKP? Ini Penjelasannya!

Halo pembaca setia! Kawasan pegunungan yang sejuk selalu punya daya tarik magis tersendiri, bukan? Nah, kali ini ada kabar yang sangat menarik dan sedang hangat diperbincangkan dari wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Sebuah proyek pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sempat viral karena lokasinya dianggap terpencil di atas bukit, justru kini diusulkan bertransformasi menjadi destinasi wisata alam yang menjanjikan.

Yuk, kita bedah bersama bagaimana strategi cerdas pemerintah dalam menyulap tantangan geografis ini menjadi ladang ekonomi baru yang sangat potensial!

Berada di Ketinggian 1.385 MDPL: Peluang Emas di Lereng Gunung Prau

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal belakangan ini mendadak menjadi pusat perhatian publik. Berada di kawasan perbukitan yang terkesan jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, lokasi ini sempat memicu tanda tanya mengenai efektivitas fungsinya bagi masyarakat sekitar.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya. Berada tepat di lereng Gunung Prau dengan ketinggian fantastis mencapai 1.385 meter di atas permukaan laut (mdpl), koperasi ini justru menyimpan potensi pemandangan alam dan nilai ekonomi yang luar biasa besar.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramianto, menegaskan bahwa koperasi yang berada di kawasan pegunungan memang membutuhkan sentuhan pendekatan yang berbeda agar mampu berkembang secara optimal.

“Untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang lokasinya berada di pegunungan atau kawasan hutan, perlu inovasi usaha. Tentunya yang sesuai dengan potensi daerah tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Bram tersebut.

Menurutnya, kondisi geografis yang jauh dari pusat keramaian justru harus dimanfaatkan sebagai peluang usaha baru yang berbasis eco-tourism atau wisata alam. Langkah integrasi ini dinilai menjadi solusi paling konkret agar roda aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan tetap tumbuh subur.

BPKP dan Mabes TNI Sidak Lapangan: Bongkar Cetak Biru Jangka Panjang

Guna meluruskan opini publik yang telanjur berkembang, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI bersama jajaran Mabes TNI memutuskan untuk turun langsung meninjau proyek KDKMP di Desa Kediten pada hari Jumat. Peninjauan strategis ini dipimpin langsung oleh Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP, Setia Pria Husada.

Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, tim pengawas menemukan kesimpulan bahwa pemilihan lokasi tersebut sudah sangat tepat dan merupakan bagian dari grand design pengembangan kawasan desa untuk jangka panjang.

“Kami hadir langsung ke lapangan karena pengawasan harus melihat fakta secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan foto atau potongan informasi yang beredar. Setelah melihat kondisi riil, kami menemukan bahwa lokasi ini merupakan bagian dari perencanaan pengembangan kawasan desa yang memiliki orientasi jangka panjang dan mempertimbangkan potensi ekonomi yang ada,” kata Setia Pria Husada di lokasi peninjauan.

KDKMP Desa Kediten tidak dirancang sebagai fasilitas yang berdiri sendiri secara pasif. Pemerintah desa setempat rupanya telah menyiapkan cetak biru matang untuk menyulap area perbukitan tersebut menjadi pusat aktivitas baru terpadu (new hub) yang mencakup tiga pilar utama:

  • Pusat Pelayanan Pemerintahan: Di sekitar lokasi koperasi akan dibangun pusat pemerintahan dan administrasi desa yang baru.

  • Gerbang Jalur Pendakian: Area ini diproyeksikan sebagai pintu gerbang pendakian baru menuju Gunung Prau yang terus berkembang pesat sebagai destinasi favorit pendaki di Jawa Tengah.

  • Bumi Perkemahan (Buper): Tepat di area seberang gedung KDKMP, lahan luas akan dikembangkan menjadi area berkemah modern guna menciptakan ekosistem perputaran ekonomi baru.

Gandeng Himbara dan Jadi Agregator Komoditas Unggulan

Untuk memastikan kelembagaan bisnisnya berjalan secara berkelanjutan (sustainable), Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng mendorong Kopdes Merah Putih Kediten untuk bergerak aktif menjalin kemitraan multisektor. Langkah ini melibatkan kerja sama dengan perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Pendampingan intensif berupa pelatihan berkala juga segera diberikan agar para pengurus koperasi mampu mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah tinggi.

“KDKMP juga didorong bermitra dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun lembaga keuangan seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), serta koperasi simpan pinjam untuk memperkuat akses permodalan,” tambah Bram.

Kawasan Kecamatan Plantungan sendiri selama ini memang sudah tersohor memiliki komoditas alam yang melimpah. Di antaranya adalah kopi berkualitas tinggi, jagung, sayur-sayuran segar, hingga sektor peternakan. Dengan posisi strategis koperasi baru ini, Kopdes Merah Putih diharapkan dapat bertindak sebagai offtaker sekaligus agregator resmi yang menyerap seluruh hasil bumi masyarakat dengan harga yang adil dan menguntungkan.

Sinkronisasi Regulasi Lahan Berdasarkan Inpres Nomor 17 Tahun 2025

Meskipun memiliki prospek cerah, Bram tidak menampik bahwa pembangunan gedung Kopdes Merah Putih di beberapa wilayah Jawa Tengah masih kerap membentur kendala klasik, yaitu keterbatasan ketersediaan lahan. Berdasarkan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025, setiap desa dan kelurahan memang diwajibkan untuk menyediakan lahan minimal seluas 1.000 meter persegi demi pembangunan fasilitas koperasi ini.

Menyiasati aturan ketat tersebut, beberapa daerah di Jawa Tengah melakukan langkah inovasi berupa penggabungan pengelolaan koperasi antardesa (merger). Skema solutif ini salah satunya sudah sukses diterapkan di Kabupaten Purworejo, di mana desa-desa dengan jumlah penduduk produktif minim digabungkan pelayanannya dengan desa terdekat.

Komandan Kodim 0715/Kendal, Letkol Inf Ade Shohali, menambahkan bahwa keberhasilan proyek di Desa Kediten ini tidak lepas dari kuatnya koordinasi serta musyawarah mufakat di tingkat bawah.

“Lokasi ini dipilih berdasarkan hasil musyawarah dan perencanaan desa. Ke depan kawasan ini akan berkembang menjadi pusat aktivitas baru masyarakat, mulai dari pelayanan pemerintahan, pengembangan ekonomi desa, hingga pariwisata,” pungkas Letkol Inf Ade Shohali optimis.

Melihat kuatnya kolaborasi lintas sektor antara Pemprov Jateng, TNI, BPKP, hingga jajaran pemerintah desa, publik optimis bahwa Koperasi Desa Merah Putih Kediten akan menjelma menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang tangguh, sekaligus menjadi destinasi wisata baru yang hits di lereng Gunung Prau.

Tags SEO: Koperasi Merah Putih Kendal, Kopdes Merah Putih Kediten, Wisata Gunung Prau 2026, Dinas Koperasi UKM Jateng, BPKP RI, Inpres Nomor 17 Tahun 2025, Kuliner Kopi Plantungan, Berita Kendal Hari Ini

Yuk, berbagi:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *