Sejak Beroperasional, RSUD Ketanggungan Belum Bisa Layani Pasien BPJS, Ini Penyebabnya

RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan Brebes. /Arah Pantura.

ARAH PANTURA, BREBES- Keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir. Soekarno Ketanggungan, milik Pemkab Brebes, dibangun bertujuan untuk memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Brebes bagian tengah.

Namun sayang, sejak RSUD Ir. Soekarno diresmikan dan mulai beroperasi, pada akhir tahun lalu. Rumah sakit tersebut, saat ini belum bisa melayani pasien BPJS Kesehatan. Pemicunya yakni, adanya beberapa syarat yang belum terpenuhi.

Kondisi ini sangat disayangkan salah satu anggota DPRD Brebes, dari daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Banjarharjo, Muhammad Rizki Ubaidillah, usai menyaksikan pemberian bantuan kursi roda sebanyak 17 kursi roda dari salah seorang anggota DPD RI dari Casytha Arriwi Khatmandu, kepada 17 penderita disabilitas, yang pemberiannya dilakukan di aula RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan, Senin (21/08/23) siang.

“Kami prihatin karena rumah sakit didirikan untuk melayani kesehatan masyarakat. Tapi sayang belum ada layanan BPJS. Kami berharap agar manajemen rumah sakit, berkoordinasi dengan Pemkab Brebes, segera melengkapi syarat dan prasarana serta kelengkapannya yang lain,” kata Rizki.

Anggota DPRD Brebes, Muhammad Rizki Ubaidillah. /Arah Pantura

Anggota DPRD Brebes, Muhammad Rizki Ubaidillah. /Arah Pantura

Dia menyebutkan, kekurangan persyaratan dalam pengajuan kerjasama dengan BPJS Kesehatan agar segera dilengkapi. Baik dari sarpras ataupun lainnya.

“Kami sering mendapat keluhan dari warga yang menanyakan belum bisanya pasien BPJS Kesehatan berobat di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Makanya masih banyak pasien memanfaatkan pelayanan di puskesmas untuk rawat inap atau ke rumah sakit yang lebih jauh, itu masih banyak. Padahal di sini sudah ada rumah sakit,” jelasnya.

Pihaknya, beber Rizki selalu mensupport manajemen rumah sakit agar bisa melengkapi persyaratan untuk bekerjasama dengan BPJS. Ini karena potensi RSUD Ketanggungan yang cukup strategis.

“RSUD Ketanggungan ini berada di titik tengah. Dan merupakan akses keluar tol jadi ini sangat strategis sekali. Makanya saya selalu mendorong di setiap rapat terutama di badan anggaran, bahwa ini harus segera biar ada kejelasan terkait alat-alat dan kelengkapan,” jelas Rizki.

Sementara itu, Direktur RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan dr. Ali Budiarto mengatakan, ada beberapa syarat yang belum terpenuhi yang menyebabkan rumah sakit tersebut belum menerima pasien BPJS. Seperti, sarana prasarana maupun SDM di rumah sakit tersebut.

“Masih banyak sarana dan prasarana yang harus dilengkapi agar rumah sakit ini bisa melayani pasien BPJS. Salah satunya, masih membutuhkan dokter spesialis,” ujarnya.

Dia berharap RSUD Ir Soekarno bisa segera melakukan pelayanan kepada masyarakat melalui program BPJS. Dia juga berharap, bisa menyediakan pelayanan BPJS kesehatan terbaik untuk masyarakat, khususnya di wilayah tengah.

Apalagi salah satu syarat, yakni harus memiliki minimal 4 dokter spesialis. Di RSUD Ir. Soekarno baru ada 2, dan harusnya ada dua dokter spesialis lagi, yaitu dokter spesialis kandungan dan bedah.

“Kami berharap secepatnya ada penambahan dokter spesialis. Tapi kami tetap komitmen, melayani secara maksimal pelayanan kesehatan. Semoga kami bersama-sama membangun dan menyediakan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.**

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *